May 23, 2013

EAR[25] - Control-Z - RMX Vol.2 (2013)


Ya, takutlah, lagi-lagi kami akan menghimbau dengan paksa kepada telinga anda pada sesuaraan tak berbentuk yang kami secara sengaja atau tidak sengaja, kami sukai. Noise. Bentuk suara yang tak berbentuk, tak ada stratanya, tak ada anak tangga untuk naik lebih tinggi, ataupun turun dari tempat yang tinggi di atas sana. Ya, Noise, Noise dan Noise, kami tidak bilang ini musik, dalam beberapa konteks, maksud kami adalah dalam beberapa proyek, mereka sama sekali tidak memainkan musik menurut hemat kami. Mereka membuat sebuah racauan, racauan dengan betuk yang tak berbentuk. Ya, bentuk yang tidak berbentuk. Tidak ada pendirian yang diumbar atau pretensi apapun disini. Suguhan, yang hanya bisa ditentukan dari apa yang kalian lihat ketika mata kalian mulai terpejam, entah itu dalam kenikmatan, atau malah siksaan batin yang sebenarnya memiliki keinginan untuk berhenti mendengarkan sesuaraan macam ini. Yak, kami mulai kambuh ketika harus membuat cerita tentang rilisan yang membuat, hasrat, jantung dan hampir semua urat syaraf kami bergejolak, kami selalu menjadi berapi-api dan terlalu banyak meracau tak tentu. Itu semua karena kami senang melakukan ini, kadang-kadang mungkin slogan ini bisa dipakai dalam konteks ini, meskipun tidak bisa kami atau anda sekalian terima seluruhnya bukan ? "Kami bukan arogan, kami hanya tidak suka menjadi sama dengan yang lain". Benar bukan ? Jangan coba berpretensi untuk menutupinya seperti itu, kadang-kadang pasti beberapa organ dalam hati kita sekalian ini, pasti pernah menghendaki sedikit atau malah banyak kebenaran dalam kata-kata tersebut. Kalian yang suka terbang, kita yang suka melayang, mendengar bisiknya, membuat kita terkokang. Haha, apalah puisi itu.

Ok, mari kita mulai berceritera tentang apa yang dibuat oleh Control-Z disini. Noise, ya Control-Z memainkan sesuaraan tersebut, sudah tak perlu diperkenalkan lebih dalam lagi. Noise dan era Post-modern selalu memiliki hubungan erat. Dan mungkin hal-hal tersebut lah yang dapat saya tangkap dari setiap karya-karya yang ditelurkan oleh Pandu Hidayat di dalam Control-Z. Lihat saja sampul depan dari album yang kami rilis ini, erat dengan imaji-imaji era Post-modern bukan. Tidak bisa kami bilang sangat avant-garde dari bola mati kami yang kami gunakan untuk memandang, ketika kami pandang warnanya tentunya. Yang kami mulai lihat dari sampul depan ini adalah memang kembali lagi pada pembahasan diatas, sebuah karya imaji yang layak juga dimunculkan pada era Post-modern. Pembayangan logis tentang sebuah peradaban baru yang membentang didepan sana, banyak cahaya gemerlapan, warna-warna yang coraknya amat millenia, yang bisa kita simpulkan itu bukan hanya manusia biasa yang berjalan menggunakan kedua kakinya kedepan sana. Itu seperti mesin, beroda ataupun tidak, menapak ataupun tidak menapak, sebenarnya tidak boleh juga lho kita bikin pakemkan kapan itu post-modern dan modern sendiri, karena kami rasa juga kita ini sebagai manusia selalu berproses dan berinovasi, entah dalam berkata, bertindak atau berhasil. Selalu saja ada yang baru dan mencenggangkan. Kira-kira itu analisis sementara kami mengenai sampul depan dari rilisan ini, mungkin suatu saat akan berkembang lagi seiring bertambahnya ilmu pengetahuan. Kami tak butuh koreksi anda, toh kami tidak mengajak anda berdiskusi. Kami hanya menjewer telinga anda, dan menghimbau anda dengan paksa untuk mendengarkan. Kata-kata yang diketik ini, dengan tulus kami buat untuk diri kami sendiri. Jika anda ingin ikut meracau, tolong jewer kami dengan apa yang anda punya. Tolong. Lalu, disini nampak sudah maksud sebenarnya, dari judul yang diberikan, RMX. Perbuatan mengulang lagi karya-karya yang pernah ada, dengan metode remix. Namun perlu kami ingatkan bahwa sekali lagi, Control-Z memainkan bebunyian yang disebut dengan Noise pada dasarnya. Noise itu menggangu, noise itu 'mengusik apa yang tenang' dalam beberapa konteks. Maka dari itu, jika pada rilisan sebelumnya ada artist yang meminimalisir sebuah karya yang pernah ada. Pada konteks bebunyian yang dihadirkan oleh Control-Z kali ini, kami akan menyebutnya sebagai bentuk 'Perusakan sistematis pada sebuah karya sesuaraan'. Beberapa karya dari pencipta-pencipta seperti The Knife, bahkan Masonna juga ada. Kalian lihat ? Sesuatu yang sudah rusak pada awalnya pun melakukan pengrusakan sistematis kepada beberapa karya yang juga rusak dan mengusik pada dasarnya. Kita bisa bilang rilisan dari Control-Z kali ini adalah sebuah bentuk pe-Re-Interpretasian kegilaan-kegilaan yang eksis di ruang dimensi kita saat ini dalam bentuk suara, dengan mengubahnya dalam sebuah praktik penciptaan kegilaan yang baru, yang mungkin akan cocok untuk dihadirkan di era sekarang ini. Entah apa itu eranya, kita semua yang rasakan kegilaan yang ada didalamnya. Sudah, sekarang saatnya kalian mendengarkan apa yang Pandu Hidayat lakukan dengan Control-Z-nya kali ini. Dengarkan, hancurkan.

No comments:

Post a Comment