Sep 21, 2013

EAR[33] - Putro and The Money Making Machine - Bedroom Session Part 1 (2013)


Selamat waktu bagian hidup wahai para pemilik karunia perangkat dengar-mendengar. Lama tak bersapa dalam kata dan suara. Ijinkan kami untuk menyapa kalian lagi dengan cara, buka sumpal telinga maya kalian, lalu biarkan bebunyian yang menjadi bentuk sesapaan kami ini masuk dengan sopan. Meskipun kalian tidak membuka sumpal telinga maya itu, suara-suara yang mempunyai kekuatan yang tidak dapat kita perkirakan sebelumnya itu juga pasti bisa masuk ke dalam telinga kalian dengan tidak sopan. Namanya juga suara dan telinga.Namanya juga bebunyian dan audiens. Selalu saja tercipta dimensi-dimensi lain tempat mereka bertemu untuk sekedar saling sapa, saling berpeluk, atau bahkan bersenggama. Jadi, ya apabila dihitung mungkin ini kedua kalinya kami merilis gubahan bebunyian yang bisa diistilahkan sebagai 'musik punk' atau dekat saja dengan istilah tersebut. Setelah The Barsand Mars melakukan perbuatan mengulang kembali dalam bentuk yang berbeda atau menggubah ulang lagu-lagu dari genre 'punk-rock' 90an, maka kali ini Putro and The Money Making Machine mempersembahkan perbuatan yang sama dalam file-file rekaman mereka, dengan menggubah lagu-lagu dari band seperti MxPx, Descendents, dan No Use For A Name menjadi sebuah gubahan konvensional, yaitu musik akustik kamar tidur yang manis-manis pahit untuk kalian semua khalayak pendengar.

Hal ini juga mengingatkan kami dengan rilisan kami dengan nomor urut 29, Ubaid, yang membawakan lagu-lagu original miliknya sendiri dengan sentuhan clean vokal ala Aaron Gillespie dan juga atmosfir serta tema yang manis-manis pahit. Ya karena memang begitu, kami mendengarkan tidak terlalu banyak dengan berusaha membaca lirik secara teliti maupun melihat tingkat kesulitan dari teknik bermain musik oleh seorang musisi atau pembuat sesuaraan. Tapi bagaimana cara dari atmosfir sesuaraan tersebut ketika sedang berada di dalam satu dimensi pertemuan dengan kami, membuat sebuah obrolan dengan kami dan berteman dengan kami, itu saja. Dan hal tersebut lah yang kami temukan dan berhasil kami identifikasi dengan penjelasan yang terdapat pada awal kalimat paragraf kedua ini. Manis-manis pahit, konvensional, dan tetap memiliki identitas karena berhasil memberi warna pada atmosfir yang mereka buat sendiri tersebut. Menyenangkan. Lalu sedikit penjelasan lagi, apabila kalian sudah mengenal proyek bebunyian dengan energi punk-rock kontemporer milik Putro yaitu The Frankenstone, kalian mungkin akan menemukan beberapa perbedaan dalam proyeknya yang baru, dimana perbedaan-perbedaan itu akan kalian rasakan sendiri setelah kalian mendengarkan tembang-tembang yang mereka persembahkan pada rilisan akustik kali ini. Banyak warna yang berbeda, dan sepertinya ketika kita mendengarkan sambil memaknai kembali nama 'The Money Making Machine" kita akan berpikir sembari mendengar kembali, dan lalu mengidentifikasi apa-apa saja fungsi dari benda bernama uang, dan bagaimana proyek bebunyian dan bebunyian itu sendiri bisa menjadi sebuah "Money Making Machine" atau "mesin pembuat uang". Padahal rilisan ini sendiri saja dapat diunduh gratis di website ini. Memang pelik, seperti ada garis maya yang selalu berhubungan tiada henti antara musik atau bebunyian dengan kebutuhan kebendaan dan kebutuhan rohani. Di dalam dimensi-dimensi tempat audiens bertindak sebagai pendengar dan pembuat karya sesuaraan bertindak sebagai penyaji sesuaraan hal-hal itu bisa terjawab dengan cara para pendengar dan penyaji masing-masing. Dimensi tempat dimana kebutuhan ataupun keserakahan tidak dapat menyentuh atau memiliki wewenang ekstra-teritorial untuk ikut masuk ke dalam. Karena kebutuhan dan keserakahan tidaklah memiliki kehendak sendiri, lain dengan dimensi, lain dengan bebunyian dan pendengar serta penyaji, bukan begitu ? Untuk membuktikan hal tersebut, unduhlah rilisan ini, dan biarkan dimensi-dimensi tersebut tercipta, dengarkanlah baru lalu berkehendak. Salam.

No comments:

Post a Comment