Dec 11, 2015

Alertantionct | News | Rully Shabara - Cari Padu 3 - Mukernas



Cari Padu merupakan proyek seni yang digagas dan dinyatakan oleh Rully Shabara (Zoo/Senyawa), dan menjadi bagian dari pameran Beinnale Jogja 13 yang diadakan pada tanggal 1 November-10 Desember di Jogja National Museum. Proyek ini, sejauh pengamatan kami, merupakan proyek lanjutan dari paduan suara Eksperimental "Raung Jagat" yang dipresentasikan di Kedai Kebun Forum dan Festival Kesenian Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Cari padu menerapkan konsep Partai dan Golput bagi tiap peserta yang berpatisipasi pada presentasi karya tersebut. Apabila peserta memilih untuk ikut dalam suatu partai, maka peserta akan mengeluarkan suaranya dengan berkelompok, sesuai dengan rumus conducting yang telah disusun oleh Rully. Begitupula dengan peserta yang memilih untuk Golput, namun terdapat aba-aba tambahan yang berbeda dengan yang digunakan pada peserta yang memilih untuk berpartai. Pada helatannya yang ketiga kali, Cari Padu mengajak seniman-seniman instrumen lainnya untuk berkolaborasi dalam suatu sesi Mukernas

Di dalam kolaborasi ini, aneka suara yang dikeluarkan oleh partisipan dipertemukan dengan bunyi-bunyian instrumen yang dimainkan oleh para seniman tersebut. Kami berhalangan untuk hadir dan turut serta dalam Mukernas tersebut, maka dari itu kami sangat bersyukur dengan telah diunggahnya rekaman audio sesi Mukernas oleh Rully Shabara. Dari apa yang kami amati, paduan suara eksperimental yang digagas oleh Rully adalah suatu eksplorasi bunyi dengan media suara manusia, sebagai instrumen 'bunyi'. Bukan untuk sekedar mengetahui, namun juga untuk menciptakan sebuah atau beberapa buah 'karya bunyi' yang tercipta dari berbagai varian suara yang dikeluarkan oleh peserta paduan suara. Di samping itu, seniman-seniman instrumen lainnya melakukan eksplorasi bunyi dari benda-benda mati yang kemudian menghasilkan rupa, suara, maupun cerita atau konsep yang berbeda dari instrumen-instumen sebelumnya yang pernah ada. Kemudian, kedua eksplorasi bunyi dengan dua media yang berbeda tersebut, dipertemukan untuk berkolaborasi secara spontan. 

Dengan mendengarkan sampai habis sesi Mukernas, kami mendapati beberapa hal yang membuat sesi ini begitu istimewa dan alertable. Kami memandang bahwa, hasil eksplorasi yang dilakukan oleh Rully ini merupakan bentuk terbaru dari suara primitif manusia, ketika manusia tersebut berada dalam kondisi bebas. Varian-varian suara dari yang tidak jelas sampai yang tersusun dalam satu kalimat tersebut, menurut kami, merupakan sebuah representasi dari sisi primitif suara manusia Indonesia, yang modern, yang pada malam tersebut mengikuti sesi Mukernas Cari Padu. Perpaduan dari keterampilan para seniman instrumen dalam memadukan instrumennya, dengan suara-suara manusia yang dikeluarkan oleh pesera cari padu dengan spontan, dengan catatan bahwa beberapa peserta yang tidak akrab dengan proses kolaborasi musik eksperimental seperti ini, sukses melahirkan sebuah momentum dan ciptaan 'karya bunyi' yang sangat segar dan baru, 'musik baru' yang kami tidak tahu apa namanya. Apabila dipandang dari kaca mata musik improvisiasi, momentum 'karya bunyi' adalah suatu hal yang penting. Hal tersebut dapat kita lihat dari semangat percobaannya/eksperimennya, jumlah pesertannya yang tidak sedikit, dan hasilnya yang harmonis, namun tetap terasa spontan. Tidak bisa diperjelas lagi, namun bagi anda yang mungkin menyukai hal-hal yang sama seperti kami, mungkin bisa mendapatkan ketegangan yang sama dengan mendengarkan sesi Mukernas Cari Padu ini. Dengarkanlah.

No comments:

Post a Comment